Subscribe:
Selamat Datang di Ikatan Alumni Diniyyah Pasia
Tampilkan postingan dengan label Alumni Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alumni Menulis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

“Apakah Tuhan Itu Ada ?”




Apa Tuhan itu ada?
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan takdir
3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya
Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir
Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : kulit
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : sakit
Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk  syeitan.

Rabu, 08 Februari 2012

Tharekat


Tarekat berasal daripada perkataan Arab bermaksud jalan atau cara. Yang dimaksudkan di sini ialah jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dari sudut istilah ia merujuk kepada aliran-aliran yang wujud dalam amalan tasawwuf atau amalan penyucian hati dan jiwa yang selalunya difokuskan kepada pengamalan zikir-zikir tertentu yang disusun dan dihimpunkan oleh tokoh-tokoh ulama tertentu.
Amalan penyucian diri atau lebih dikenali dengan nama Tasawwuf adalah sebahagian amalan yang dituntut oleh Islam. Ia berdasarkan sebuah hadis sahih Bukhari dan Muslim yang menceritakan kisah Jibril `alihissalam bertemu dengan baginda saw dan bertanya beberapa soalan penting tentang agama. Antara ialah tentang apa itu iman, apa itu islam dan apa itu ihsan. Baginda menjelaskan bahawa iman itu ialah kamu beriman kepada Allah, MalaikatNya, Rasul-rasulNya, Kitab-kitabNya, Hari Akhirat dan dengan ketentuan baik dan buruk. Islam pula ialah kamu memberi kesaksian bahawa Tiada Tuhan yang mesti disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mengerjakan solat, mengeluarkan zakat, berpuasa bulan Ramadhan dan mengerjakan haji ke Baitillah sekiranya mampu. Ihsan pula ialah bahawa kamu beribadah/memperhambakan diri kepada Allah seolah-olah kamu melihatnya. Sekiranya kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihat kamu.
Iman berkaitan dengan ilmu aqidah iaitu kumpulan keyakinan di hati terhadap perkara-perkara ghaib. Ia melahirkan ilmu Tauhid atau Usuliddin. Islam pula berkaitan dengan pengamalan zahir seperti solat dan sebagainya. Ia melahirkan ilmu Fiqh atau dikenali juga sebagai ilmu syariat. Ihsan pula berkaitan dengan penyucian jiwa. Dari perbahasan Ihsan inilah lahirlah ilmu tentang penyucian jiwa yang lebih dikenali kemudiannya sebagai ilmu Tasawwuf. Dari sini lahir pula aliran-aliran Tasawwuf yang pelbagai yang dikenali sebagai Tarekat. Kepelbagaian ini berlaku kerana perbezaan fokus amalan dan perbezaan bentuk-bentuk zikir yang digunakan dalam amalan seharian. Sebahagian zikir ini dipetik daripada al-Qur’an dan hadis, manakala sebahagiannya adalah susunan tokoh-tokoh ulama yang menjadi perintis kepada kumpulan Tarekat tersebut.
Umat Islam wajib menyucikan diri dengan pelbagai amalan yang membawa kepada penyucian hati. Antara amalan yang dianjurkan untuk penyucian jiwa ialah zikir-zikir seharian yang banyak disebut dalam al-Qur’an dan Hadis. Untuk menyucikan diri atau “menjadi ahli sufi”-menurut istilah beberapa pihak-tidak memerlukan diri mengikuti mana-mana kumpulan Tarekat. Umat Islam boleh beramal dengan apa sahaja amalan yang sabit menurut al-Qur’an dan Hadis atau beramal dengan apa sahaja bentuk zikir yang diajar oleh Nabi saw atau yang disusun oleh ulama tanpa perlu menggabungkan diri kepada mana-mana kumpulan Tarekat tersebut.Yang penting ialah membekalkan diri dengan ilmu dengan sentiasa mengikuti majlis-majlis ilmu dan beramal dengan panduan guru-guru yang bertaqwa dan wara`
Adapun, menggabungkan diri dengan kumpulan-kumpulan Tarekat ini adalah sesuatu yang baik kerana ia membantu seseorang mendekatkan diri kepada Allah dengan panduan seorang guru yang mengetua Tarekat-tarekat tersebut. Namun, perlu dipastikan kumpulan Tarekat tersebut tidak menyeleweng daripada aqidah yang benar dan syariat yang tepat. Ini berlaku kepada Apa yang segelintir kumpulan Tarekat yang wujud di alam Melayu. Justeru, rujukan perlu dibuat kepada pihak berkuasa agama untuk memastikan kumpulan Tarekat yang dikuti tidak menyeleweng

Yang kehilangan Uang Seribu Rupiah ...

Yang kehilangan Uang Seribu Rupiah ...

    Ada tebakan yang bikin ahli matematika bingung. nih... begini ceritanya:
  
     * ada 1 ekor kambing harganya Rp 75.000
    * ada 3 pemuda yang mau beli kambing tersebut...
    berarti masing2 orang mengumpulkan @ Rp 25.000... Akhirnya terkumpul Rp
    75.000 sesuai harga jual... betul?
  
    Nah... uang itu lalu dikasih sama calo sejumlah uang tersebut = Rp75.000...
    Masih betul khan??? Calo itu ternyata ngasih ke pedagangnya Rp 70.000
    (dipotong 5.000) Pasti dong?
    Lalu dari 5.000 itu dibagi ke 3 pemuda tadi @ Rp 1.000 dan sisanya Rp 2.000
    buat si calo.... pasti masih betul khan?
    Disini permasalahannya.
     ..

     

     Berarti masing2 pemuda ngantongin Rp 1.000 (yach nggak) atau dengan kata
    lain seharusnya uang yang dikumpulkan oleh masing2 pemuda
     tadi Rp 25.000 - Rp 1.000 = Rp 24.000 Berarti masing2 pemuda harus membayar @ Rp 24.000 jadi
    perhitungan matematika = 3 X Rp 24.000 = Rp 72.000 bener dong???
    Kalau ditotal jendral uang yang dikumpulkan Rp.72.000
 * Rp 2.000 (punyanya si calo) + Rp. 72.000= Rp 74.000 Pertanyaannya?
    KEMANA SISA UANG YANG Rp. 1.000... HAYO...?

GAJI PAPA BERAPA ? CERITA UNTUK BAPAK DAN IBU



    Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta    terkemuka di Jakarta, tiba di  rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas
    tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup  lama.

    "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya
    Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia
    akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa
    menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,
    "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

    "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

    "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

    "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar
    10jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22
    hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
    Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?" Sarah berlari
    mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya
    melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
    menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.

    "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu
    jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya. "Wah, pinter kamu.
    Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah
    tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah
    kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

    "Sudah, nggak usah macam-macam lagi.

    Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi
    dulu. Tidurlah". "Tapi Papa..."

    Kesabaran Andrew pun habis.

    "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu
    pun berbalik menuju kamarnya.

    Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah
    di kamar tidurnya.

    Anak kesayangannya itu belum tidur.

    Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.
    15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah
    kecil itu, Andrew berkata, Tapi buat apa sih minta uang malam-malam
    begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa."
    Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
    
    "Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
    Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan
    selama minggu ini".
    
    "lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

    "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.
    Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat
    berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya
    ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.
    40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit
    tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata
    Sarah polos.

    Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil
    itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata
    limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk
    "membeli" kebahagiaan anaknya.

    "Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah
    dunianya"

    ..Nice story...money is important but certainly not everything
    _Best Regards,_

Selasa, 07 Februari 2012

menjadikan diniyyah terunggul di indonesia, itu cukup sususah,, sangat kita harapkan aplikasi potensi para alumnus diniyah ,,,semoga Allah membuka pintu hidayah tuk mencapai semua ini. Amiiin (Zilfaroni http://www.facebook.com/groups/216429045045901/)
ada hal yg lebih penting sebelum kita membangun almamater Diniyyah kita, kenapa tidak kita bangun terlebih dahulu alumninya itu sendiri, bagaimana mana mau memikirkan diniyyah sementara diri kita sendiri belum mempunyai pijakan yg mantap, maka itu kawan2 saya berpikir kenapa kita tidak membangun itu terlebih dahulu, saling bahu membahu tolong menolong saudara2 kita, tidak sedikit rekan2 atau kwn2 kita dan termasuk saya sendiri butuh bantuan baik moral maupun materi, pondasi itu yg perlu kita bangun, banyak hal yg bisa kita lakukan utk kebersamaan, "bagaimana akan berbuat utk yang besar, hal yang kecil saja kita tidak mampu melakukannya" ex: teman dan kawan sekitar saja (satu almamater saja) tidak pernah kita pikirkan (yuki Helmi Nur http://www.facebook.com/groups/216429045045901/)

Catatan Hati Seorang Alumni

Ya Allah, jika hari ini hidup kami di dunia ini akan berakhir, maka jadikanlah ia dalam ridha-Mu, penuhilah ia dengan bimbingan-Mu, curahilah ia dengan rahmat-Mu, hujanilah ia dengan ampunan-Mu. Ampunilah segala khilaf dan dosa kami di masa-masa yang telah lalu, bimbinglah kami agar meniti jalan ridha-Mu, dan terimalah segala amal-amal yang kami persembahkan pada-Mu.

Ya Allah, jika hati ini tengah dilanda pesona cinta, maka jadikanlah rasa cinta itu dalam dekapan kehangatan cinta-Mu. Cinta yang suci dari tipu daya nafsu, cinta yang akan mengantarkan kami pada keridhaan-Mu.

oh cinta
ku terbuai
dalam pelukan hangatnya
ku hanyut dalam iringan pasukannya
ku tersesak kagum di hadapan mutiara indahnya
ku terbang bersama kelembutannya

oh cinta
ku terlena
di saat jaga
dan melepas lelah-dahaga

oh Tuhan
beri aku cinta
yang tulus karena-Mu
yang indah mengantar ke sorga-Mu
yang membuatku selalu
tenggelam dalam tangis rindu pada-Mu. Amin.

Sahabat dimanapun berada,

Segenap puji dan syukur pada Allah atas nikmat hidup yang Ia beri, nikmat mengenal dan mencintai-Nya. Nikmat Islam yang sangat berharga, yang tak ada duanya. Tanpa Islam, apalah arti hidup ini, yang jauh dari tuntunan kebaikan, hidup yang gersang dan kering, hidup yang tidak berperadaban.

Islam yang akan mengantarkan kita pada pemahaman yang benar tentang siapa diri kita sesungguhnya, tentang hakikat kehidupan dunia, tentang tujuan hidup kita dan tentang adanya kehidupan di akhirat nanti.

Orang yang berbahagia dengan makna yang sesungguhnya di dunia dan di akhirat hanyalah orang-orang yang setia menempuh jalan Islam hingga akhir hayatnya. Orang-orang yang selalu memegang teguh ajaran-ajaran Allah di tengah terpaan ujian dan badai fatamorgana kehidupan dunia.

Maka, alangkah beruntungnya diri kita menjadi seorang Muslim, seorang yang mengenal Allah, yang mencintai-Nya, dan menjadi umat Rasul-Nya yang mulia, Nabi Muhammad SAW.

Semoga Allah yang Maha Pengasih senantiasa menuntun hidup kita pada jalan yang Ia ridhai, hidup yang diberkahi dan bahagia. Amin.

Sahabat, dimanapun berada,

Pada kesempatan ini, saya ingin mengetengahkan ke hadapan sidang pembaca sebuah catatan hati, yang lahir dari kegundahan dan keprihatinan sesudah mengikuti acara Perpisahan Kelas IV di Almamater kita pada hari Ahad, 15 Mei 2011 kemaren. Mudah-mudahan setelah membacanya ada sesuatu terasa bergetar dalam relung hati kita, sehingga memompa semangat dan kesungguhan kita untuk menemukan titik terangnya, insya Allah. Semoga berkenan kiranya untuk menyimaknya.
Salam Takzhim,
tulisan M.Arif Assalman "http://www.facebook.com/group.php?gid=93087739749

Alumni Menulis

Asalamu'alaikum Wr.Wb
Rekan-rekan alumni yang punya keterampilan dalam bidang tulis menulis, kami persilahkan menulis pada blog ini, menulis apa saja, cerpen, ceramah, opini, filsafat, bisa langsung di tulis atau bisa dikirim via email ke anakdiniyyah@gmail.com.